SISA HASIL USAHA

Posted on Oktober 23, 2010

0


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

1.  PENGERTIAN SHU

Dalam koperasi, pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun dikurangi penyusutan dan beban-beban dari tahun buku yang bersangkutan disebut sisa hasil usaha (SHU). Pada hakikatnya sisa hasil usaha koperasi sama dengan laba untuk perusahaan yang lain.

Sisa hasil usaha setelah dikurangi untuk dana cadangan dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota. Di samping itu, sisa hasil usaha juga digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan lain dari koperasi sesuai dengan rapat anggota. Pembagian sisa hasil usaha, bila diikhtisarkan adalah sebagai berikut:

(1) Anggota

(2) Cadangan pengurus

(3) Bagian pengurus

(4) Bagian pegawai

(5) Program pendidikan koperasi

(6) Program pembangunan daerah kerja

(7) Program social

 

Penggunaan sisa hasil usaha dan besarnya masing-masing penggunaan ditetapkan dalam anggaran koperasi. Untuk menggambarkan pembagian sisa hasil usaha ini anggaplah bahwa dalam tahun 200A Koperasi Misoyo Mitro memperoleh laba bersih sebesar Rp. 4.395.000 yang terinci sebagai berikut:

Dari anggota

Rp. 4.000.000

Dari bukan Anggota

Rp.    395.000

Total

Rp. 4.395.000

Anggaran dasar koperasi menetapkan bahwa pembagian sisa hasil usaha adalah sebagai berikut:

 

1) Bagian anggota

 

 

a) Jasa Modal

20%

 

b) Jasa Penjualan

10%

 

c) Jasa Pembelian

10%

40%

2) Cadangan koperasi

 

25%

3) Bagian pengurus

 

10%

4) Bagian pegawai/karyawan

 

10%

5) Program pendidikan

 

5%

6) Program pembangunan daerah kerja

 

5%

7) Program sosial

 

5%

 

 

100%

 

Dari ketentuan seperti diatas, pembagian sisa hasil usaha untuk tahun 200A akan tampak sebagai berikut:

 


 

 

Dibagi untuk

Sisa Hasil Usaha

Dari anggota

Bukan Anggota

Total

1.

Bagian anggota

a. Jasa modal

Rp.

800.000

Rp.

79.000

Rp.

879.000

b. Jasa penjualan

400.000

39.500

439.500

c. Jasa pembelian

400.000

39.500

439.500

Rp.

1.600.000

158.000

1.758.000

2.

Cadangan Koperasi

1.000.000

98.750

1.098.750

3.

Bagian pengurus

400.000

39.500

439.500

4.

Bagian pegawai/karyawan

400.000

39.500

439.500

5.

Program pendidikan koperasi

200.000

19.750

219.750

6.

Program pembangunan daerah kerja

200.000

19.750

219.750

7.

Program sosial

200.000

19.750

219.750

Total

Rp.

4.000.000

Rp.

395.000

Rp.

4.395.000

 

Ayat jurnal yang perlua dibuat untuk pembagian sisa hasil usaha adalah sebagai berikut:

(D)  Sisa hasil usaha

4.395.000

 

(K)

Utang SHU anggota

 

1.758.000

(K)

Cadangan koperasi

 

1.098.750

(K)

Utang pengurus

 

439.500

(K)

Utang pegawai/karyawan

 

439.500

(K)

Program pendidikan koperasi yang masih harus diadakan

 

219.750

(K)

Program pembangunan daerah kerja yang masih harus diadakan

 

219.750

(K)

Program social yang masih harus diadakan

 

219.750

 

Dari ayat jurnal tadi terlihat adanya beberapa akun baru yang memerlukan penjelasan lebih lanjut. Cadangan koperasi ini dapat digunakan untuk pengembangan usaha atau menutup kerugian di masa datang.

Utang pengurus dan utang pegawai/karyawan merupakan utang kepada pengurus dan pegawai/karyawan. Bagian ini dapat dianggap sebagai bonus kepada pengurus dan karyawan yang diambilkan dari sisa hasil usaha. Program pendidikan, dana social, dan dana pembangunan daerah kerja yang masih harus diadakan merupakan bagian sisa hasil usaha yang disisihkan untuk memenuhi kewajiban koperasi kepada masyarakat.

Pada dasarnya program-program tersebut merupakan kewajiban. Penggolongannya menjadi kewajiban lancar atau kewajiban jangka panjang tergantung pada rencana penggunaannya. Utang pengurus dan pegawai pada umumnya akan dicairkan dalam jangka pendek, karena itu disajikan dalam kewajiban lancar.

 

BAGIAN SHU ANGGOTA

Dasar pembagian. Pada dasarnya akan ada paling tidak satu macam transaksi yang melibatkan anggota. Koperasi memang merupakan kerja sama para anggota untuk melaksanakan kegiatan usaha bersama. Transaksi yang melibatkan anggota dapat berupa penjualan atau pembelian dengan mereka, atau keduanya. Misalnya, untuk koperasi yang menghimpun para nelayan, transaksi yang melibatkan anggota mungkin adalah pembelian hasil tangkapan ikan, penjualan peralatan penangkap ikan, atau pemberian kredit (pinjaman) kepada anggota atau bahkan mungkin ketiganya.

Dalam contoh pembagian sisa hasil usaha yang telah diterangkan di atas terlihat bahwa bagian dari sisa hasil usaha yang dikembalikan kepada anggota terdiri dari:

Jasa modal

Rp.

879.000

Jasa penjualan

 

439.500

Jasa pembelian

 

439.500

Total

Rp.

1.758.000

 

Jasa modal. Imbalan kepada anggota atas modal (dalam bentuk simpanan) yang ditanam dalam koperasi disebut jasa modal. Jasa (bunga) modal dihitung sebesar persentase tertentu terhadap simpanan pokok dan simpanan wajib masing-masing anggota. Persentase ini ditetapkan dalam rapat anggota. Simpanan suka rela tidak memperoleh jasa modal yang diambilkan dari sisa hasil usaha. Terhadap simpanan suka rela dapat diberikan bunga yang akan diperlakukan sebagai beban. Anggaplah bahwa total simpanan pokok dan simpanan wajib anggota yang dimiliki koperasi berjumlah Rp. 12.500.000 dan smpanan Sutiyem, salah seorang anggota koperasi menunjukkan mutasi sebagai berikut:

Tanggal

Simpanan Pokok

Simpanan Wajib

Total

200A

 

 

 

Okt

7

5.000

5.000

 

12

2.500

7.500

Nov

19

5.000

12.500

Des

25

1.500

14.000

Des

30

6.000

20.000

 

Bagian jasa modal yang dibagikan kepada Sutiyem dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Tanggal

Jangka waktu

simpanan ditahan

Jumlah hari

Saldo Simpanan

Jumlah Hari x Saldo simpanan

7-10-200A

7-10-200A – 12-10-200A

5

Rp.

5.000

Rp.

25.000

12-10-200A

12-10-200A – 19-11-200A

38

7.500

285.000

19-11-200A

19-11-200A – 25-12-200A

36

12.500

450.000

25-12-200A

25-12-200A – 30-10-200A

5

14.000

70.000

30-10-200A

30-10-200A – 31-10-200A

1

20.000

20.000

Total

85

Rp.

850.0

Ayat Jurnal. Kalau diikhtisarkan bagian sisa hasilusaha Sutiyem adalah sebagai berikut:

Jasa modal

Rp.

1.406,40

Jasa penjualan

 

175,80

Jasa pembelian

 

421,44

Total

Rp.

2.003,64

 

Ayat jurnal yang dibuat jika bagian sisa hasil usaha angota dibayar tunai adalah sebagai berikut:

(D) Utang SHU Anggota

2.003,64

 

(K)         Bank

 

2.003,64

 

Kadang-kadang, bagian sisa hasil usaha anggota tidak dibayarkan secara tunai.Bagian SHU ditambahkan pada saldo simpanan suka rela anggota. Apabila demikian, ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

(D) Utang SHU Anggota

2.003,64

 

(K)         Simpanan suka rela-Sutiyem

 

2.003,64

 

BUNGA SIMPANAN SUKARELA

Jasa bunga modal atas simpanan pokok dan simpanan wajib didasarkan atas persentase tertentu terhadap sisa hasil usaha. Hal ini menunjukkan bahwa jasa bunga modal tad dianggap sebagai pembagian laba. Bukan sebagai beban. Sebagai pembagian laba bunga modal hanya diberikan apabila ada pembagian sisa hasil usaha yang berasal dari pelayanan anggota. Apabila dalam suatu tahun koperasi menderita rugi dan untuk itu tidak terdapat pembagian usaha, maka bunga modal juga tidak diberikan.

Sebaliknya, apabila bunga modal dianggap sebagai beban, maka bunga modal akan selalu diberikan tanpa memandang apakah koperasi menderita rugi. Besarnya bunga modal tidak tergantung pada sisa hasil usaha tetapi ditentukan oleh besarnya simpanan, angka waktu, dan tingkat bunga. Bunga yang diberikan terhadap simpanan suka rela termasuk dalam kategori ini. Untuk menggambarkan hal ini anggaplah bahwa bunga sebesar 18% per tahun diberikan atas simpana suka rela. Bunga Sutiyem apabila dihitung secara rata-rata dapat dicari dengan rumus sebagai berikut:

Demikian perhitungan ini dilakukan terus-menerus sampai khir tahun untuk setiap terjadi perubahan saldo simpanan. Apabila dihitung, bunga simpanan sukarela Sutiyem sampai dengan akhir tahun berjumlah Rp. 255.

Bunga modal tersebut dapat dibayarkan secara tunai atau ditambahkan ke simpanan sukarela. Apabila bunga ditambahkan pada simpanan sukarela sutiyem, ayat jurnal yang perlu dibuat adalah sebagai berikut:

(D) Beban Bunga

255

 

(K)         Simpanan suka rela-Sutiyem

 

255

 

Bunga modal yang ditambahkan ke simpanan sukarela ini pada periode berikutnya akan memperoleh bunga lagi. Apabila bunga modal dibayar tunai, sisi kredit dari ayat jurnal diatas adalah akun kas. Beban bunga digolongkan ke dalam beban lain-lain, yaitu sebagai beban keuangan.

About these ads
Posted in: EKONOMI KOPERASI